Hello, nama gua Arief. Gua mahasiswa dari president university jurusan komunikasi gua mau bagi bagi ilmu tentang komunikasi non verbal
Komunikasi non verbal adalah komunikasi tanpa
kata. Kita berkomunikasi non verbal saat bersikap berbeda, tersenyum atau
cemberut bisa juga memainkan mata, menyentuh seseorang, menaikan nada bicara
atau bahkan tidak berbicara sama sekali.
Aspek penting saat berkomunikasi non verbal adalah saat kita mengirim pesan
tersebut diterima oleh satu atau lebih dari satu orang.
PRINSIP PRINSIP KOMUNIKASI NON VERBAL
1. Komunikasi nonverbal ambigu. Kadang
apa yang kita maksudkan dengan sikap nonverbal kurang dimengerti oleh orang
lain, begitupun sebaliknya.
o Salah
satu penyebabnya adalah perubahan zaman. Contoh: lambaian tangan dan kedipan
mata.
o Komunikasi
nonverbal merefleksikan perbedaan identitas organisasi. Misalnya, koki memakai
seragam koki, dan teknisi otomotif menggunakan pakaian overall.
o Contoh:
meletakkan telunjuk di depan mulut untuk menyuruh teman kita diam saat sedang
seminar tetapi tidak mungkin kita seperti itu kepada orang yang lebih tua. Juga
berpakaian rapi dan sopan saat akan mengikuti kuliah, tidak memakai pakaian
yang minim.
2. Perilaku nonverbal berinteraksi dengan
komunikasi verbal
o Pertama,
perilaku nonverbal bisa mengulangi pesan-pesan verbal. Contoh, menggelengkan
kepala saat berkata “tidak” dan mengacungkan jempol saat berkata “oke”.
o Kedua,
perilaku nonverbal bisa menekankan komunikasi verbal, seperti menambah
penekanan suara pada kata-kata tertentu.
o Ketiga,
komunikasi nonverbal bisa melengkapi perkataan. Misalnya, menggarisbawahi
sesuatu yang penting dalam sebuah tulisan.
o Keempat,
perilaku nonverbal bisa bisa di ungkapkan dengan pesan-pesan verbal. Contoh,
berkata “aku tidak tahu” dengan nada yang agak tinggi.
3. Komunikasi nonverbal mengatur
interaksi. Sikap nonverbal bisa menunjukkan kapan harus memulai atau
mengakhiri komunikasi.
o Misalnya
berdehem dan mengetuk meja saat berbicara ketika pendengarnya mulai gaduh.
4. Komunikasi
nonverbal menetapkan arti tingkat-hubungan
o Tanggap. Kita
memakai sikap nonverbal untuk menunjukkan ketertarikan dengan orang lain.
Misalnya, kita menggandeng tangan seseorang saat berjalan bersama bila kita
merasa nyaman dengannya, atau mendekat kepada orang yang akan bercerita tentang
pengalamannya.
o Kesukaan. Sikap
nonverbal adalah indikator kuat dari apakah kita memiliki perasaan positif atau
negatif dengan orang lain. Contoh: berbicara seadanya kepada orang yang di
segani nya tetapi ramah untuk mengobrol kepada orang yang di sengangi nya atau
di kaguminya.
o Kekuatan.
Sikap nonverbal digunakan untuk menegaskan dominasi dan menegosiasikan
statusnya. Selain itu, ruangan yang kita miliki dan sikap diam kita juga
menunjukkan kekuatan.
5. Komunikasi nonverbal merefleksikan
nilai-nilai budaya. Sikap-sikap nonverbal tertentu menunjukkan budaya
apa yang dianut. Misalnya, muslimah di daerah Arab menggunakan cadar dan tidak
mau bersentuhan kulit dengan laki-laki yang bukan muhrimnya.
PERAN KOMUNIKASI NON VERBAL
- SEBAGAI REPITISI
Perilaku
nonverbal dapat mengulangi perilaku verbal. Misalnya, Anda
menganggukkan kepala ketika mengatakan "Ya," atau menggelengkan
kepala ketika mengatakan "Tidak," atau menunjukkan arah (dengan
telunjuk) ke mana seseorang harus pergi untuk menemukan WC.
2. SEBAGAI SUBTITUSI
Perilaku nonverbal dapat menggantikan perilaku verbal, jadi tanpa berbicara
Anda bisa berinteraksi dengan orang lain.Misalnya, seorang pengamen
mendatangi mobil Anda kemudian tanpa mengucapkan sepatah katapun Anda
menggoyangkan tangan Anda dengan telapak tangan mengarah ke depan (sebagai kata
pengganti "Tidak").
Isyarat nonverbal yang menggantikan kata atau frasa inilah yang disebut emblem
Isyarat nonverbal yang menggantikan kata atau frasa inilah yang disebut emblem
Fungsi Ketiga : Kontradiksi
Perilaku
nonverbal dapat membantah atau bertentangan dengan perilaku verbal dan bisa
memberikan makna lain terhadap pesan verbal . Misalnya, Anda memuji
prestasi teman sambil mencibirkan bibir.
Fungsi
Keempat : Aksentuasi
Memperteguh, menekankan
atau melengkapi perilaku verbal. Misalnya, menggunakan gerakan
tangan, nada suara yang melambat ketika berpidato. Isyarat nonverball tersebut
disebut affect display.
Fungsi
Kelima : Komplemen
Perilaku
Nonverbal dapat meregulasi perilaku verbal. Misalnya, saat kuliah
akan berakhir, Anda melihat jam tangan dua-tiga kali sehingga dosen segera
menutup kuliahnya.
PERANAN BUDAYA PADA KOMUNIKASI NON VERBAL
asal
seseorang amat menentukan bagaimana orang tersebut berkomunikasi secara
nonverbal. Perbedaan ini dapat meliputi perbedaan budaya Barat-Timur,
budaya konteks tinggi dan konteks rendah, bahasa, dsb.
Contohnya, orang dari budaya Oriental cenderung menghindari kontak mata
langsung, sedangkan orang timur tengah,india dan amerika
serikat biasanya menganggap kontak mata penting untuk menunjukkan
keterpercayaan, dan orang yang menghindari kontak mata dianggap tidak dapat
dipercaya.
SKILL KOMUNIKASI NON VERBAL AGAR MENJADI EFEKTIF
a) memonitor
komunikasi non verbal. Memonitor komunikasi nonverbal untuk
menunjukkan keterlibatan dan ketertarikan Anda dalam percakapan.
b) Tafsirkan
komunikasi nonverbal orang lain dengan sementara.
· Kualifikasi
pribadi. Gunakan I-languange, bukan You-language. Misalnya,
ketika seseorang memakai parfum dengan aroma menyengat, jangan katakan “ih,
parfummu kok baunya gitu sih?”, tetapi katakan “aku sendiri kurang begitu suka
dengan aroma ini, aku lebih suka yang aromanya lembut.”..
· Kualifikasi
kontekstual. Signifikansi dari komunikasi nonverbal tergantung
konteksnya. Komunikasi nonverbal kita merefleksikan aturan-aturan yang kita
anut. Misalnya, lebih nyaman berkumpul dengan teman-teman lama.
Komunikasi non verbal adalah komunikasi tanpa
kata. Kita berkomunikasi non verbal saat bersikap berbeda, tersenyum atau
cemberut bisa juga memainkan mata, menyentuh seseorang, menaikan nada bicara
atau bahkan tidak berbicara sama sekali.
Aspek penting saat berkomunikasi non verbal adalah saat kita mengirim pesan
tersebut diterima oleh satu atau lebih dari satu orang.
PRINSIP PRINSIP KOMUNIKASI NON VERBAL
1. Komunikasi nonverbal ambigu. Kadang
apa yang kita maksudkan dengan sikap nonverbal kurang dimengerti oleh orang
lain, begitupun sebaliknya.
o Salah
satu penyebabnya adalah perubahan zaman. Contoh: lambaian tangan dan kedipan
mata.
o Komunikasi
nonverbal merefleksikan perbedaan identitas organisasi. Misalnya, koki memakai
seragam koki, dan teknisi otomotif menggunakan pakaian overall.
o Contoh:
meletakkan telunjuk di depan mulut untuk menyuruh teman kita diam saat sedang
seminar tetapi tidak mungkin kita seperti itu kepada orang yang lebih tua. Juga
berpakaian rapi dan sopan saat akan mengikuti kuliah, tidak memakai pakaian
yang minim.
2. Perilaku nonverbal berinteraksi dengan
komunikasi verbal
o Pertama,
perilaku nonverbal bisa mengulangi pesan-pesan verbal. Contoh, menggelengkan
kepala saat berkata “tidak” dan mengacungkan jempol saat berkata “oke”.
o Kedua,
perilaku nonverbal bisa menekankan komunikasi verbal, seperti menambah
penekanan suara pada kata-kata tertentu.
o Ketiga,
komunikasi nonverbal bisa melengkapi perkataan. Misalnya, menggarisbawahi
sesuatu yang penting dalam sebuah tulisan.
o Keempat,
perilaku nonverbal bisa bisa di ungkapkan dengan pesan-pesan verbal. Contoh,
berkata “aku tidak tahu” dengan nada yang agak tinggi.
3. Komunikasi nonverbal mengatur
interaksi. Sikap nonverbal bisa menunjukkan kapan harus memulai atau
mengakhiri komunikasi.
o Misalnya
berdehem dan mengetuk meja saat berbicara ketika pendengarnya mulai gaduh.
4. Komunikasi
nonverbal menetapkan arti tingkat-hubungan
o Tanggap. Kita
memakai sikap nonverbal untuk menunjukkan ketertarikan dengan orang lain.
Misalnya, kita menggandeng tangan seseorang saat berjalan bersama bila kita
merasa nyaman dengannya, atau mendekat kepada orang yang akan bercerita tentang
pengalamannya.
o Kesukaan. Sikap
nonverbal adalah indikator kuat dari apakah kita memiliki perasaan positif atau
negatif dengan orang lain. Contoh: berbicara seadanya kepada orang yang di
segani nya tetapi ramah untuk mengobrol kepada orang yang di sengangi nya atau
di kaguminya.
o Kekuatan.
Sikap nonverbal digunakan untuk menegaskan dominasi dan menegosiasikan
statusnya. Selain itu, ruangan yang kita miliki dan sikap diam kita juga
menunjukkan kekuatan.
5. Komunikasi nonverbal merefleksikan
nilai-nilai budaya. Sikap-sikap nonverbal tertentu menunjukkan budaya
apa yang dianut. Misalnya, muslimah di daerah Arab menggunakan cadar dan tidak
mau bersentuhan kulit dengan laki-laki yang bukan muhrimnya.
PERAN KOMUNIKASI NON VERBAL
- SEBAGAI REPITISI
Perilaku
nonverbal dapat mengulangi perilaku verbal. Misalnya, Anda
menganggukkan kepala ketika mengatakan "Ya," atau menggelengkan
kepala ketika mengatakan "Tidak," atau menunjukkan arah (dengan
telunjuk) ke mana seseorang harus pergi untuk menemukan WC.
2. SEBAGAI SUBTITUSI
Perilaku nonverbal dapat menggantikan perilaku verbal, jadi tanpa berbicara
Anda bisa berinteraksi dengan orang lain.Misalnya, seorang pengamen
mendatangi mobil Anda kemudian tanpa mengucapkan sepatah katapun Anda
menggoyangkan tangan Anda dengan telapak tangan mengarah ke depan (sebagai kata
pengganti "Tidak").
Isyarat nonverbal yang menggantikan kata atau frasa inilah yang disebut emblem
Isyarat nonverbal yang menggantikan kata atau frasa inilah yang disebut emblem
Fungsi Ketiga : Kontradiksi
Perilaku
nonverbal dapat membantah atau bertentangan dengan perilaku verbal dan bisa
memberikan makna lain terhadap pesan verbal . Misalnya, Anda memuji
prestasi teman sambil mencibirkan bibir.
Fungsi
Keempat : Aksentuasi
Memperteguh, menekankan
atau melengkapi perilaku verbal. Misalnya, menggunakan gerakan
tangan, nada suara yang melambat ketika berpidato. Isyarat nonverball tersebut
disebut affect display.
Fungsi
Kelima : Komplemen
Perilaku
Nonverbal dapat meregulasi perilaku verbal. Misalnya, saat kuliah
akan berakhir, Anda melihat jam tangan dua-tiga kali sehingga dosen segera
menutup kuliahnya.
PERANAN BUDAYA PADA KOMUNIKASI NON VERBAL
asal
seseorang amat menentukan bagaimana orang tersebut berkomunikasi secara
nonverbal. Perbedaan ini dapat meliputi perbedaan budaya Barat-Timur,
budaya konteks tinggi dan konteks rendah, bahasa, dsb.
Contohnya, orang dari budaya Oriental cenderung menghindari kontak mata
langsung, sedangkan orang timur tengah,india dan amerika
serikat biasanya menganggap kontak mata penting untuk menunjukkan
keterpercayaan, dan orang yang menghindari kontak mata dianggap tidak dapat
dipercaya.
SKILL KOMUNIKASI NON VERBAL AGAR MENJADI EFEKTIF
a) memonitor
komunikasi non verbal. Memonitor komunikasi nonverbal untuk
menunjukkan keterlibatan dan ketertarikan Anda dalam percakapan.
b) Tafsirkan
komunikasi nonverbal orang lain dengan sementara.
· Kualifikasi
pribadi. Gunakan I-languange, bukan You-language. Misalnya,
ketika seseorang memakai parfum dengan aroma menyengat, jangan katakan “ih,
parfummu kok baunya gitu sih?”, tetapi katakan “aku sendiri kurang begitu suka
dengan aroma ini, aku lebih suka yang aromanya lembut.”..
· Kualifikasi
kontekstual. Signifikansi dari komunikasi nonverbal tergantung
konteksnya. Komunikasi nonverbal kita merefleksikan aturan-aturan yang kita
anut. Misalnya, lebih nyaman berkumpul dengan teman-teman lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar