Selasa, 08 Maret 2016

BERBAGI ILMU TENTANG KOMUNIKASI NON VERBAL

Hello, nama gua Arief. Gua mahasiswa dari president university jurusan komunikasi gua mau bagi bagi ilmu tentang komunikasi non verbal 


Komunikasi non verbal adalah komunikasi tanpa
kata. Kita berkomunikasi non verbal saat bersikap berbeda, tersenyum atau cemberut bisa juga memainkan mata, menyentuh seseorang, menaikan nada bicara atau bahkan tidak berbicara sama sekali.
Aspek penting saat berkomunikasi non verbal adalah saat kita mengirim pesan tersebut diterima oleh satu atau lebih dari satu orang.

PRINSIP PRINSIP KOMUNIKASI NON VERBAL
1.     Komunikasi nonverbal  ambigu. Kadang apa yang kita maksudkan dengan sikap nonverbal kurang dimengerti oleh orang lain, begitupun sebaliknya.
                o   Salah satu penyebabnya adalah perubahan zaman. Contoh: lambaian tangan dan kedipan mata.
                o   Komunikasi nonverbal merefleksikan perbedaan identitas organisasi. Misalnya, koki memakai seragam koki, dan teknisi otomotif menggunakan pakaian overall.
                o   Contoh: meletakkan telunjuk di depan mulut untuk menyuruh teman kita diam saat sedang seminar tetapi tidak mungkin kita seperti itu kepada orang yang lebih tua. Juga berpakaian rapi dan sopan saat akan mengikuti kuliah, tidak memakai pakaian yang minim.
               
2.     Perilaku nonverbal berinteraksi dengan komunikasi verbal
                o   Pertama, perilaku nonverbal bisa mengulangi pesan-pesan verbal. Contoh, menggelengkan kepala saat berkata “tidak” dan mengacungkan jempol saat berkata “oke”.
                o   Kedua, perilaku nonverbal bisa menekankan komunikasi verbal, seperti menambah penekanan suara pada kata-kata tertentu.
                o   Ketiga, komunikasi nonverbal bisa melengkapi perkataan. Misalnya, menggarisbawahi sesuatu yang penting dalam sebuah tulisan.
                o   Keempat, perilaku nonverbal bisa bisa di ungkapkan dengan pesan-pesan verbal. Contoh, berkata “aku tidak tahu” dengan nada yang agak tinggi.

3.     Komunikasi nonverbal mengatur interaksi. Sikap nonverbal bisa menunjukkan kapan harus memulai atau mengakhiri komunikasi.
                o   Misalnya berdehem dan mengetuk meja saat berbicara ketika pendengarnya mulai gaduh.
                4.     Komunikasi nonverbal menetapkan arti tingkat-hubungan
                o   Tanggap. Kita memakai sikap nonverbal untuk menunjukkan ketertarikan dengan orang lain. Misalnya, kita menggandeng tangan seseorang saat berjalan bersama bila kita merasa nyaman dengannya, atau mendekat kepada orang yang akan bercerita tentang pengalamannya.
                o   Kesukaan. Sikap nonverbal adalah indikator kuat dari apakah kita memiliki perasaan positif atau negatif dengan orang lain. Contoh: berbicara seadanya kepada orang yang di segani nya tetapi ramah untuk mengobrol kepada orang yang di sengangi nya atau di kaguminya.
                o   Kekuatan. Sikap nonverbal digunakan untuk menegaskan dominasi dan menegosiasikan statusnya. Selain itu, ruangan yang kita miliki dan sikap diam kita juga menunjukkan kekuatan.

5.     Komunikasi nonverbal merefleksikan nilai-nilai budaya. Sikap-sikap nonverbal tertentu menunjukkan budaya apa yang dianut. Misalnya, muslimah di daerah Arab menggunakan cadar dan tidak mau bersentuhan kulit dengan laki-laki yang bukan muhrimnya.


PERAN KOMUNIKASI NON VERBAL
  1. SEBAGAI REPITISI
                 Perilaku nonverbal dapat mengulangi perilaku verbal. Misalnya, Anda menganggukkan kepala ketika mengatakan "Ya," atau menggelengkan kepala ketika mengatakan "Tidak," atau menunjukkan arah (dengan telunjuk) ke mana seseorang harus pergi untuk menemukan WC.

2. SEBAGAI SUBTITUSI
Perilaku nonverbal dapat menggantikan perilaku verbal, jadi tanpa berbicara Anda bisa berinteraksi dengan orang lain.Misalnya, seorang pengamen mendatangi mobil Anda kemudian tanpa mengucapkan sepatah katapun Anda menggoyangkan tangan Anda dengan telapak tangan mengarah ke depan (sebagai kata pengganti "Tidak").
Isyarat nonverbal yang menggantikan kata atau frasa inilah yang disebut emblem
Fungsi Ketiga : Kontradiksi
                Perilaku nonverbal dapat membantah atau bertentangan dengan perilaku verbal dan bisa memberikan makna lain terhadap pesan verbal . Misalnya, Anda memuji prestasi teman sambil mencibirkan bibir.
                Fungsi Keempat : Aksentuasi
                Memperteguh, menekankan atau melengkapi perilaku verbal. Misalnya, menggunakan gerakan tangan, nada suara yang melambat ketika berpidato. Isyarat nonverball tersebut disebut affect display.
                Fungsi Kelima : Komplemen
                Perilaku Nonverbal dapat meregulasi perilaku verbal. Misalnya, saat kuliah akan berakhir, Anda melihat jam tangan dua-tiga kali sehingga dosen segera menutup kuliahnya.

PERANAN BUDAYA PADA KOMUNIKASI NON VERBAL
                asal seseorang amat menentukan bagaimana orang tersebut berkomunikasi secara nonverbal. Perbedaan ini dapat meliputi perbedaan budaya Barat-Timur, budaya konteks tinggi dan konteks rendah, bahasa, dsb. Contohnya, orang dari budaya Oriental cenderung menghindari kontak mata langsung, sedangkan orang timur tengah,india dan amerika serikat biasanya menganggap kontak mata penting untuk menunjukkan keterpercayaan, dan orang yang menghindari kontak mata dianggap tidak dapat dipercaya.

SKILL  KOMUNIKASI NON VERBAL AGAR MENJADI EFEKTIF
                a)     memonitor komunikasi non verbal. Memonitor komunikasi nonverbal untuk menunjukkan keterlibatan dan ketertarikan Anda dalam percakapan.
                b)     Tafsirkan komunikasi nonverbal orang lain dengan sementara.
                ·       Kualifikasi pribadi. Gunakan I-languange, bukan You-language. Misalnya, ketika seseorang memakai parfum dengan aroma menyengat, jangan katakan “ih, parfummu kok baunya gitu sih?”, tetapi katakan “aku sendiri kurang begitu suka dengan aroma ini, aku lebih suka yang aromanya lembut.”..
                ·       Kualifikasi kontekstual. Signifikansi dari komunikasi nonverbal tergantung konteksnya. Komunikasi nonverbal kita merefleksikan aturan-aturan yang kita anut. Misalnya, lebih nyaman berkumpul dengan teman-teman lama.

 Komunikasi non verbal adalah komunikasi tanpa
kata. Kita berkomunikasi non verbal saat bersikap berbeda, tersenyum atau cemberut bisa juga memainkan mata, menyentuh seseorang, menaikan nada bicara atau bahkan tidak berbicara sama sekali.
Aspek penting saat berkomunikasi non verbal adalah saat kita mengirim pesan tersebut diterima oleh satu atau lebih dari satu orang.

PRINSIP PRINSIP KOMUNIKASI NON VERBAL
1.     Komunikasi nonverbal  ambigu. Kadang apa yang kita maksudkan dengan sikap nonverbal kurang dimengerti oleh orang lain, begitupun sebaliknya.
                o   Salah satu penyebabnya adalah perubahan zaman. Contoh: lambaian tangan dan kedipan mata.
                o   Komunikasi nonverbal merefleksikan perbedaan identitas organisasi. Misalnya, koki memakai seragam koki, dan teknisi otomotif menggunakan pakaian overall.
                o   Contoh: meletakkan telunjuk di depan mulut untuk menyuruh teman kita diam saat sedang seminar tetapi tidak mungkin kita seperti itu kepada orang yang lebih tua. Juga berpakaian rapi dan sopan saat akan mengikuti kuliah, tidak memakai pakaian yang minim.
               
2.     Perilaku nonverbal berinteraksi dengan komunikasi verbal
                o   Pertama, perilaku nonverbal bisa mengulangi pesan-pesan verbal. Contoh, menggelengkan kepala saat berkata “tidak” dan mengacungkan jempol saat berkata “oke”.
                o   Kedua, perilaku nonverbal bisa menekankan komunikasi verbal, seperti menambah penekanan suara pada kata-kata tertentu.
                o   Ketiga, komunikasi nonverbal bisa melengkapi perkataan. Misalnya, menggarisbawahi sesuatu yang penting dalam sebuah tulisan.
                o   Keempat, perilaku nonverbal bisa bisa di ungkapkan dengan pesan-pesan verbal. Contoh, berkata “aku tidak tahu” dengan nada yang agak tinggi.

3.     Komunikasi nonverbal mengatur interaksi. Sikap nonverbal bisa menunjukkan kapan harus memulai atau mengakhiri komunikasi.
                o   Misalnya berdehem dan mengetuk meja saat berbicara ketika pendengarnya mulai gaduh.
                4.     Komunikasi nonverbal menetapkan arti tingkat-hubungan
                o   Tanggap. Kita memakai sikap nonverbal untuk menunjukkan ketertarikan dengan orang lain. Misalnya, kita menggandeng tangan seseorang saat berjalan bersama bila kita merasa nyaman dengannya, atau mendekat kepada orang yang akan bercerita tentang pengalamannya.
                o   Kesukaan. Sikap nonverbal adalah indikator kuat dari apakah kita memiliki perasaan positif atau negatif dengan orang lain. Contoh: berbicara seadanya kepada orang yang di segani nya tetapi ramah untuk mengobrol kepada orang yang di sengangi nya atau di kaguminya.
                o   Kekuatan. Sikap nonverbal digunakan untuk menegaskan dominasi dan menegosiasikan statusnya. Selain itu, ruangan yang kita miliki dan sikap diam kita juga menunjukkan kekuatan.

5.     Komunikasi nonverbal merefleksikan nilai-nilai budaya. Sikap-sikap nonverbal tertentu menunjukkan budaya apa yang dianut. Misalnya, muslimah di daerah Arab menggunakan cadar dan tidak mau bersentuhan kulit dengan laki-laki yang bukan muhrimnya. 
PERAN KOMUNIKASI NON VERBAL
  1. SEBAGAI REPITISI
                 Perilaku nonverbal dapat mengulangi perilaku verbal. Misalnya, Anda menganggukkan kepala ketika mengatakan "Ya," atau menggelengkan kepala ketika mengatakan "Tidak," atau menunjukkan arah (dengan telunjuk) ke mana seseorang harus pergi untuk menemukan WC.

2. SEBAGAI SUBTITUSI
Perilaku nonverbal dapat menggantikan perilaku verbal, jadi tanpa berbicara Anda bisa berinteraksi dengan orang lain.Misalnya, seorang pengamen mendatangi mobil Anda kemudian tanpa mengucapkan sepatah katapun Anda menggoyangkan tangan Anda dengan telapak tangan mengarah ke depan (sebagai kata pengganti "Tidak").
Isyarat nonverbal yang menggantikan kata atau frasa inilah yang disebut emblem
Fungsi Ketiga : Kontradiksi
                Perilaku nonverbal dapat membantah atau bertentangan dengan perilaku verbal dan bisa memberikan makna lain terhadap pesan verbal . Misalnya, Anda memuji prestasi teman sambil mencibirkan bibir.
                Fungsi Keempat : Aksentuasi
                Memperteguh, menekankan atau melengkapi perilaku verbal. Misalnya, menggunakan gerakan tangan, nada suara yang melambat ketika berpidato. Isyarat nonverball tersebut disebut affect display.
                Fungsi Kelima : Komplemen
                Perilaku Nonverbal dapat meregulasi perilaku verbal. Misalnya, saat kuliah akan berakhir, Anda melihat jam tangan dua-tiga kali sehingga dosen segera menutup kuliahnya.

PERANAN BUDAYA PADA KOMUNIKASI NON VERBAL
                asal seseorang amat menentukan bagaimana orang tersebut berkomunikasi secara nonverbal. Perbedaan ini dapat meliputi perbedaan budaya Barat-Timur, budaya konteks tinggi dan konteks rendah, bahasa, dsb. Contohnya, orang dari budaya Oriental cenderung menghindari kontak mata langsung, sedangkan orang timur tengah,india dan amerika serikat biasanya menganggap kontak mata penting untuk menunjukkan keterpercayaan, dan orang yang menghindari kontak mata dianggap tidak dapat dipercaya.

SKILL  KOMUNIKASI NON VERBAL AGAR MENJADI EFEKTIF
                a)     memonitor komunikasi non verbal. Memonitor komunikasi nonverbal untuk menunjukkan keterlibatan dan ketertarikan Anda dalam percakapan.
                b)     Tafsirkan komunikasi nonverbal orang lain dengan sementara.
                ·       Kualifikasi pribadi. Gunakan I-languange, bukan You-language. Misalnya, ketika seseorang memakai parfum dengan aroma menyengat, jangan katakan “ih, parfummu kok baunya gitu sih?”, tetapi katakan “aku sendiri kurang begitu suka dengan aroma ini, aku lebih suka yang aromanya lembut.”..
                ·       Kualifikasi kontekstual. Signifikansi dari komunikasi nonverbal tergantung konteksnya. Komunikasi nonverbal kita merefleksikan aturan-aturan yang kita anut. Misalnya, lebih nyaman berkumpul dengan teman-teman lama.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar